Minggu, 17 Oktober 2010

PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA


MODUL 1
ADHI PERMADI

PENGANTAR, TUJUAN, DAN FUNGSI PELESTARIAN
 KEGIATAN BELAJAR 1
A.     PENGANTAR PELESTARIAN
Kesadaran akan pentingnya pelestarian bahan pustaka baru dimulai sejak tahun 1966.Lembaga yang telah lama mengupayakan “pelestarian” ini adalah museum,arsip dan kolektor seni.Bagaimana merawat lukisan-lukisan karya Van Gogh, Rembrant, misalnya, merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Dua buah lembaga yang bergerak dalam bidang tersebut adalah :
1.      The International Institute for Conservation of Historic and Artistic Works (IIC), didirikan tahun 1950
2.      The American Insitute for Conservation of Historic and Artisric Works (AIC),didrikan tahun 1960
Kedua lembaga tersebut berupaya agar benda-benda bersejarah serta benda seni dapat dilestarikan dengan baik,tetapi waktu itu belum menyinggung pelestraian koleksi perpustakaan.Perhatian pada pelestarian bahan pustaka baru dipikirkan pada tahun 1970-an,ketika The Library of Congress (LC) berminat untuk mengembangkan bidang ini karena punya kepentingan untuk merawat koleksi yang terkenal dan sudah lapuk.Dewasa ini Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah,Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI), bersama dengan Perpustakaan Nasional,Arsip Nasional, Direktorat Permuseuman Depdikbud memprakarsai Program Pelestarian Bahan Pustaka dan Arsip yang mendapat bantuan dana dari Ford Foundation
B.     MAKSUD DAN TUJUAN PELESTARIAN
Maksud pelestarian ialah mengusahakan agar bahan pustaka tidak cepat rusak, Sedangkan tujuan peletarian bahan pustaka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Menyelamatkan nilai informasi dokumen
2.      Menyelamatkan fisik dokumen
3.      Mengatasi kendala kekurangan ruang
4.      Mempercepat perolehan informasi
C.     FUNGSI PELESTARIAN
Pelestarian memiliki fungsi sebagai berikut:
1.      Fungsi melindungi, Bahan pustaka dilindungi dari serangan serangga, manusia, jamur,  panas dan sebagainya
2.      Fungsi pengawetan.Dengan dirawat baik-baik bahan pustaka menjadi awet,lebih lama dipakai dan lebih banyak pembaca menggunakan bahan pustaka tersebut
3.      Fungsi kesehatan.Dengan pelestarian yang baik maka bahan pustaka menjadi bersih,bebas debu,jamur,hewan perusak dan berbagai penyakit,sehingga pembaca maupun pustakawan jadi tetap sehat.Pembaca lebih bergairah membaca dan memakai perpustakaan
4.      Fungsi pendidikan.Mendidik pemakai serta pustakawan untuk berdisplin tinggi dan menghargai kebersihan
5.      Fungsi kesabaran.Merawat bahan pustaka ibarat merawat bayi atau orang tua,jadi harus sabar,merawat bahan pustaka memerlukan kesabaran tingkat tinggi
6.      Fungsi sosial.Pustakawan harus mengikutsertakan pembaca perpustakaan untuk tetap merawat bahan pustaka dan perpustakaan
7.      Fungsi ekonomi.Dengan pelestarian yang baik bahan pustaka menjadi lebih awet,lebih hemat keuangan dan banyak aspek ekonomi lain yang berhubungan dengan pelestarian bahan pustaka
8.      Fungsi keindahan.Dengan pelestarian yang baik,dan penataan bahan pustaka yang rapi perpustakaan menjadi lebih indah sehingga menambah daya tarik kepada pembacanya
D.    UNSUR – UNSUR PELESTARIAN
Unsur – unsur yang perlu diperhatikan dalam pelestarian pustaka adalah :
1.      Manajemennya, bahan pustaka yang akan diperbaiki harus dicatat apa saja kerusakannya, apa saja kerusakannya dan bahan kimia yang diperlukan, dan sebagainya.
2.      Tenaga yang merawat bahan pustaka dengan keahlian yang mereka miliki adalah hendaknya mereka yang memiliki ilmu atau keahlian dalam bidang ini.
3.      Laboratorium, yaitu suatu ruang pelestarian dengan berbagai peralatan yang diperlukan.
4.      Dana untuk keperluan kegiatan ini harus diusahakan dan dimonitor dengan baik.

KEGIATAN BELAJAR 2
A.     SEJARAH BAHAN PUSTAKA DAN CARA PERAWATANNYA
Bahan yang dikenal sebagai medium perekam hasil budaya manusia adalah:


1.      Tanah liat
2.      Papyrus
3.      Kulit kayu
4.      Daun tal atau lontar
5.      Kayu
6.      Gading
7.      Tulang
8.      Batu
9.      Logam ( metal )
10.  Kulit binatang
11.  Pergamen ( parchment )dan vellum
12.  Kulit
13.  Kertas
14.  Papan
15.  Film
16.  Pita magnetik
17.  Disket
18.  Video disc. Dll


B.     JENIS DAN MEDIUM PEREKAM INFORMASI SEBELUM KERTAS                            ( ZAMAN PRA KERTAS )
Beberapa jenis dan bahan tersebut yang sebagian masih dijumpai saat ini adalah sebagai berikut :

1.      Tanah liat
Sejak zaman Assyria tanah liat sudah digunakan sebagai media tulis, dibentuk bulat pipih seperti tablet, kemudian ditulis dengan jarum atau benda keras runcing sewaktu masih lunak. Perpustakaan Alexandria dimesir terkenal dengan koleksi tablet tanah liatnya.
2.      Papyrus
Adalah hasil karya laminasi dengan lem, jadi bukan kertas, karena itu sifatnya juga lain. Kita bisa meliat papyrus di British Library, London.
3.      Kulit Kayu (Jawa Kliko)
Nama ini berasal dari bahasa latin bark, artinya fiber buku. Kulit kayu sudah lama sekali digunakan sebagai tempat menulis. Pada abad ke-17 di Eropa dan Amerika, kulit kayu digunakan untuk surat menyurat, bahkan masih dipakai saat ini di Asia tengah dan Timur jauh.
4.      Daun Tal
Adalah jenis pohon palem yang tumbuh di tepi laut, daunnya tebal dan kuat sehingga tidak rusak kalau ditulis. Daun tal dipotong sepanjang kira – kira 45 cm diraut bagian tepinya sewaktu masih basah ditulis dengan jarum.
5.      Kayu
Sebelum ditemukan kertas dinegeri cina, kayu digunakan sebagi bahan tulis menulis nomor dua sesudah sutra, agar lebih awet dan tak diserang rayap perlu diawetkan dengan bahan kimia.
6.      Gading
Gading ini adalah taring gajah bisa juga taring dari binatang yang lain yang bisa ditulis. Bahan ini hamper tidak bisa rusak.
7.      Tulang
Tulang lebih keras dari pada gading. Tetapi baik sekali dipaki sebagai karya seni, ukiran, atau tulisan yang menarik.
8.      Batu
Batu terbuat dari pasir bercampur dengan semen, silica, iron oxide, dan carbonate. Yang paling mudah diukir ialah batu semen, batu pualam cukup keras, sedangkan yang paling keras ialah batu granit.
9.      Logam
Logam adalah alat tulis yang bisa tahan lama. Jenisnya ada kuningan, tembaga, perunggu, dan timah. Timah adalah yang paling lunak, sedangkan tembaga bisa dibentuk dengan cara menempanya. Benda – benda ini tahan air dan tahan panas, tetapi tidak tahan oleh bahan kimia.
10.  Kulit Binatang
Sejak masa prasejarah, manusia sudah menggunakan kulit sebagai keperluan mereka, sedangkan cara pengawetannya kulit menjadi terkenal semenjak zaman Mesir Kuno.
11.  Parchment dan Vellum
Vellum adalah kulit binatang muda yang umurnya kurang dari 6 minggu, sedang parchment adalah kulit domba, ewes, kambing, juga binatang lain kadang dipakai. Vellum digunakan untuk menulis manuskrip luks dan jilidan mahal, sedang parchment digunakan untuk menulis manuskrips yang berkualitas murahan.
12.  Kulit
Kulit digunakan sampul buku sampai abad ke-19 lebih dari 2000th orang sudah mengenal cara memproes kulit yang biasa disebut “ samak “. Perubahan kulit menjadi leather meningkatkan mutunya, lebih tahan air, awet dipakai dan lebih lentur.

KEGIATAN BELAJAR 3
SEJARAH BAHAN PUSTAKA
A.     ZAMAN KERTAS
1.      Sejarah Kertas
Kata kertas berasal dari bahasa Prancis papier dari bahasa latin papyros. Menurut Encyclopedia Britannica volume 17, ( 1961:229 ). Kertas ialah nama yang umum dikenal sebagai benda yang dipergunakan untuk menulis dan membungkus.
Menurut definisi SII 0658-82 kertas adalah lembaran yang terbuat dari serat selulosa yang telah mengalami pengerjaan penggilingan, ditambah beberapa bahan tambahan yang saling menjalin, yang umumnya mempunyai berat lebih ringan dari 165 gr/m.
Menurut kunha, kertas bias dibuat dari berbagi serat, yaitu :
a.       Serat binatang seperti wol, bulu, rambut, sutera.
b.      Serat bahan mineral, misalnya asbes
c.       Serat sintesis, misalnya rayon, nilon, kaca
d.      Serat keramik, baja, dan barang tambang lainnya
e.       Serat tumbuh – tumbuhan, misalnya kapas, kayu, merang, dsb.
2.      Proses pembuatan kertas.
Dalam proses pembuatan bubur kertas dapat dibagi menjadi tiga macam cara, yaitu:
a.       Proses mekanis, yaitu suatu proses penggilingan bahan baku dengan batu sambil dibasahi air agar lebih mudah.
b.      Proses semi kimia, yaitu bahan kayu direndam, dan dipanaskan dengan bahan kimia sampai lunak baru kemudian digiling.
c.       Proses kimia, yaitu proses pembuatan bubur kertas. Bahan baku kayu dimasak dengan bahan kimia sampai lignin dan hemiselulosa terpisah dari serat selulosanya.

B.     ZAMAN PASCA KERTAS
Selain jenis buku, bahan pustaka yang lain ialah bahan non buku yang lazim disebut bahan audio visual ( rekaman suara, radio, film, video ), alat peraga, mikro film dan sebagainya.
Bahan audio visual ( AV ) ialah bahan yang bias didengar ( audio ) dan bisa dilihat ( visual ). Dalam mempelajari bahan AV kita harus memahami apa yang disebut hardware dan software. Hardware adalah alat yang digunakan untuk mempromosikan bahan AV tersebut, misalnya proyektor. Sedang software ialah program dari bahan AV sendiri, misal kaset, film berbagai ukuran, kaset video dan sebagainya.
1.      Rekaman Suara
Ada beberapa macam rekaman suara misalnya :
a.       Piringan Hitam
b.      Radio
c.       Pita magnetic
2.      Video
Yang penting bagi pustakawan ialah harus bisa mengoperasikan video player maupun kamera perekamnya, kecepatan yang diperlukan, jenis video, VHS, betamax, umatic, dan sebagainya, baterai penggeraknya, kabel penyertanya serta listrik yang dipakai.
3.      Komputer
Perkembangan terakhir ialah adanya CD-ROM Multimedia yang mampu menyajikan informasi dalam bentuk campuran antara text penuh, data bibliografi dan gambar serta suara.
4.      Micro film
Digunakan untuk melestarikan kandungan informasi pada bahan pustaka, bahan Micro film yang baik berupa selulosa asetat ( selulosa diasetat, selulosa tiaseta ) maupun ester campuran.
5.      Blue Print / Gambar arsitektur
Bahan jenis ini banyak diperoleh dari masa ke masa termasuk yang terdapat pada kain liner. Bahan ini juga memerlukan penangan tersendiri, seperti pemeliharaan pada peta.
6.      Bahan arsip
Bahan ini meliputi notulen rapat dan bahan – bahan arsip suatu lembaga
7.      Manuscript
Adalah bentuk tulisan tangan asli misalnya buku catatan dan surat menyurat. Informasi ini tidak untuk diterbitkan karena terbuat dari bahan sejenis buku, mka cara menanganinya seperti buku.


MODUL 2
MUSLIHATUN RISA

KEGIATAN BELAJAR 1
MACAM-MACAM PERUSAK BAHAN PUSTAKA
Masalah kerusakan bahan pustaka telah menjadi bahan pembicaraan semenjak zaman Aristoteles. Para cendekiawan waktu itu, memungkinkan bahwa berbagai jenis serangga tertenu adalah perusak bahan pustaka. Aristoteles menyatakan bahwa ikan perak adalah salah satu jenis serangga perusak buku yang cukup hebat.
Jenis perusak bahan pustaka tersebut sangat tergantung pada keadaan iklim dan alam setempat, serta lingkunganya.
Dalam buku Aristoteles yang ditulis dalam tahun 1966, Plumbe menjelaskan secara panjang. Lebar mengenai berbagai perusak Plumbee menjelaskan secara panjang lebar mengenai berbagai perusak bahan pustaka untuk daerah tropis. Terutama yang dikenal di Indonesia yaitu : Serangga, Binatang Pengerat, Jamur, Kelembaban, Gempa Bumi, Kekeringan, Gelombang Pasang Surut, dan Angin Topan.
Kerusakan bahan pustaka itu secara garis besar dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
1.      Faktor Biologi, missal serangga (rayap, kecoa, kutu buku), binatang pengerat, dan jamur.
2.      Faktor Fisika, misal : Cahaya, Udara/debu, suhu, dan kelembaban,
3.      Faktor kimia, missal zat-zat kimia, keasaman, oksidasi.
4.      Faktor lain- lain misal , banjir, gempa bumi, api, manusia

1.      Faktor Biologi
A.     Binatang pengerat
Contohnya :Tikus Hitam, Tikus Cokelat, (Tikus Rumah), Tikus kelabu(Tikus sawah), Tikus Kesturi dan tikus putih. Air kencing tikus juga dapat menyebabkan penyakit Leptospira  (Sejenis penyakit kuning)dan tindakan untuk melindungi serangan tikus adalah tempat penyimpanan harus bersih dan kering.
B.     Serangga
Jenis serangga cukup banyak, jenis-jenis serangga dapat digolongkan sebagai berikut diantaranya : rayap, kecoa, ikan, Perak, Kutu Buku, ngengat dan kumbang bubuk.
1.      Rayap
Sebutan lain rayap adalah semut putih, makanan utama rayap adalah kayu, kertas, foto, gambar, rumput, dll. Rayap bersifat kanibalistik (suka makana kawanya yang mati). Dan rayap digolongkan menjadi dua yaitu: rayap bumi dan rayap kayu.
2.      Kecoa
Adalah jenis serangga bersayap dan mempunyai tanduk yang panjang jenisnya bermacam-macam : diantaranya : Kecoa timur (Blatta Orientalis), Kecoa Amerika  (Periplaneta Americana). Kecoa juga merupakan penyebab penyakit pes, lepra, kolera, tifus, dan lumpuh. Anak-anak kotoran yang berupa cairan juga dapat merusak keutuhan bahan pustaka.
3.      Ikan Perak (Silver fish)
Ikan perak mempunyai banyak nama, anatara lain Silver moth, Sugar fish, Slicker fish moth, dan Sugar Lousy. Serangga ini hidup ditempat yang gelap seperti dibelakang buku-buku, rak-rak dan lemari.
4.      Kutu Buku (Book Lice)
Jenis serangga ini paling sukar diberantas dan jenis kutu buku yang di kenal ialah: Lipocelis dirinatorium, Trogium pulsatorium, Pesoceoptropus Macrops, Pesyllopsocus dll.
5.      Ngengat Pakaian
Meskipun serangga ini dinamakan ngengat pakaian, namun ia juga menyerang kulit dan kertas. Jenisnya bermacam-macam contohnya : Tincola Polioella, Tincola biselliela dan Tri Chorpaga tapetzella.
6.      Kumbang
Jenis kumbang yang berbahaya untuk perpustakaan adalah kumbng kulit, kumbang bubuk, kumbang bertanduk panjang dan kumbang laba-laba.
C.     Jamur (fungi)
Jamur merupakan mikroorganisme yang tidak berklorofil. Jamur yang bias merusak bahan pustaka merupakan jamur yang beracun yang lazim bias kita lihat pada pakaian, kertas, atau benda-benda yang lain.

KEGIATAN BELAJAR 2
MACAM PERUSAK BAHAN PUSTAKA
1.      FAKTOR FISIKA
A.     Debu
Debu dapat masuk keruang perpustakaan melalui pintu jendela atau lubang angin perpustakaan. Debu yang bercampur dengan air lembab akan menimbulkan jamur pada buku.
B.     Suhu dan kelembaban
Kerusakan kertas yang diakibatkan oleh suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perekat pada penjilidan buku menjadi kering, sedangkan jilidanya sendiri menjadi longgar.
Suhu yang tidak terlalu ekstrem seperti di Indonesia, tidak begitu pengaruh pada kekuatan kertas. Masalah baru karena di Indonesia mempunyai kelembaban udara relative tinggi. Jika udara lembab, maka kandungan air dalam kertas akan meningkat.
C.     Cahaya
Hindarilah sinar ultraviolet yang masuk langsung ke Perpustakaan, yang menyebabkan rusaknya tulisan yang memudar, sampai buku dan bahan cetak. Tidak hanya buku, bahan audiovisual lainya seperti piringan hitam, kaset, audio maupun video akan rusak jika kepanasan.
2.      Faktor kimia
Oksidasi pada kertas terjadi karena adanya oksigen dari udara menyebabkan jumlah gugusan karbonat dan karboksil bertambah dan diikuti dengan memudarnya warna kertas.
3.      Faktor-faktor lain
a.       Manusia
Manusia dapat bertindak sebagai penyayang buku, tetapi juga bisa menjadi perusak buku yang hebat.
b.      Bencana alam
Bencana alam seperti kebakaran / banjir, dapat mengakibatkan kerusakan koeksi bahan pustaka dalam jumlah besar dan dalam waktu yang relatif singkat. Untuk menanggulangi bahaya api maka factor yang perlu diperhatiakan antara lain :
1.      Alat dalam gedung yang digunakan yang tahan api
2.      Perlu dipersiapkan alat pemadam kebakaran
3.      Dilarang merokok didalam ruangan perpustakaan
4.      Pemakaian peralatan listrik harus hati-hati.

KEGIATAN BELAJAR 3
PERBAIKAN BAHAN PUSTAKA DAN RESTORASI
Pekerjaan memperbaiki bahan pustaka disebut restorasi. Pekerjaan itu meliputi :
1.      Menambal Kertas
Ada 2 jenis penambahan bahan pustaka yang dikenal, yaitu penambalan karena kertas berlubang, dan penambalan karena kertas robek memanjang. Penambahan kretas yang robek memanjang dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
Penambalan dengan kertas jepang dan penambalan dengan kertas tisu. Menambal dengan kertas jepang dikerjakan bila ada halaman  buku yang robek, baik lurus maupun tidak. apabila kertas yang rusak atau mengkilap maka kertas penambalnya ialah heart tissue paper.
2.      Memutihkan kertas
Kertas yang terkena debu atau Lumpur dapat diputihkan dengan menggunakan zat kimia seperti : Cghloromine T, Gas Chloroksida, Natrium Chlorida, Potasium Permanganate, dll.pemutihan hanya bersifat sekedar menghilangkan noda pada kertas.
Cara memutihkan kertas
a.       Menggunakan Chlorominet
2½ % dilarutkan kedalam air, kertas yang akan diputihkan diletakkan diatas kertas penyerap. Kemudian diolesi larutan diatasnya.
b.      Menggunakan gas Chlordioksida
Kertas yang akan diputihkan dicelupkan kedalam larutan selama semenit , kemudian diangkat. Agar kertas tidak robek dibantu penyangga kaca.
c.       Manggunakan natrium Hipochlorite.
Bahan ini bereaksi sangat lamban, karena itru baik untuk kertas. Tetapi kita harus selalu memperhatikan PH yaitu 11.
d.      Menggunakan Hidrogen Peroksida
Bahan ini bereaksi cepat, biasanya disimpan didalam konsentrasi 30 % didalam botol / dalam kaleng tertutup.
3.      Menganti halaman yang robek
Halaman yang robek dan robekanya tidak dapat diperbaiki dengan menambalnya atau sudah hilang, harus diganti dengn membuatkan Fotocopynya. Fotocopy tersebut dipotong sesuai dengan ruas halaman buku, dan kemudian disisipkan pada buku yang rusak setelah diukur dengan buku.
4.      Mengencangkan benang jilidan yang kendur.
Kalau masih belum parah, kita cukup mengencangkan benang yang menjadi longgar dengan menariknya. Kalu sudah telalu parah, maka bukalah kertas pelindung dan sampul buku sekaligus.
5.      Memperbaiki punggung buku rengsel, atau sampul buku yang rusak.
 Dengan alat-alat penjilidan yang sederhana, berbagai kerusakan diatas dapat diperbaiki. Maka dari itu kerusakan punggung buku, engsel buku dan sampul buku harus dilakukan dengan membongkar buku yang rusak itu dan memperbaiki dengan yang baru.


MODUL 3
DIAN WAHYU INDRIANI

MENCEGAH KERUSAKAN BAHAN PUSTAKA
KEGIATAN BELAJAR 1
A.     TUJUAN PENCEGAHAN KERUSAKAN
Tujuan pencegahan kerusakan adalah :
1.      Menghindarkan kerusakan yang lebih hebat
2.      Memperbaiki koleksi yang terkena penyakit
3.      Menghindarkan koleksi yang terkena penyakit
4.      Menjaga kelestarian fisik bahan pustaka
5.      Menjaga kelestarian informasi yang terkandung dalam bahan pustaka
6.      Menyadarkan pustakawan atau pegawai bahwa bahan pustaka rawan kerusakan
7.      Mendidik pengguna untuk berhati-hati menggunakan buku dan ikut menjaga keselamatanya.
8.      Bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan
B.     BERBAGAI USAHA PENCEGAHAN KERUSAKAN BAHAN PUSTAKA
Cara-cara mencegah kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh beberapa faktor :
1.      Mencegah kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh manusia.
Cara pencegahanya :
a.       Jangan menyusun buku di rak dengan padat
b.      Ambil buku dirak dengan cara mendesak kekanan dan kekiri setelah longgar baru ditarik dari rak.
c.       Cara memegang buku ditengah punggung buku
d.      Kerapian dan kebenaran kedudukan buku dirak harus dijaga
e.       Berhati-hati dalam mengemas buku.
f.        Beritahu pembaca perpustakaan cara menggunakan bahan pustaka.
g.       Adakan kontrol ketat pada pengembalian buku .
h.       Beri sanksi pada peminjam yang menyebabkan buku rusak.
2.      Kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh tikus
Pencegahan dan pembasmian tikus
a.       Melakukan pemeriksaan secara teratur pada gedung ruang dan tempat penyimpanan .
b.      Buang kotoran atau sisa-sisa makanan.
c.       Menggunakan berbagai jenis perangkap tikus
d.      Menggunakan lem perangkap tikus
e.       Menggunakan berbagai jenis racun tikus
f.        Menerapkan sistem emposan/ petasan racun dalam lubang tikus
3.      Kerusakan yang disebabkan oleh serangga.
Pemberantasan hama dengan cara berikut :
a.       Penyemprotan hama dengan menggunakan bahan insektisida (bahan pembasmi serangga)
b.      Penggunaan gas racun (fumigasi)
4.      Penggunaan sistem pengumpanan.
5.      Peracunan buku
6.      Penuangan larutan racun kedalam lubang. (cara ini khusus untuk membunuh rayap).
7.      Jika pada lontar ubin muncul tanah galian rayap, kita dapat menghamparkan plastik diatasnya agar rayap tidak muncul ke permukaan lantai.
8.      Tempatkan kapur barus atau akar loro setu dibelakang buku dirak.

Pembasmian jamur dapat dilakukan dengan cara tradisional atau cara modern :
1.      Mencegah kerusakan yang disebabkan oleh jamur.
Cara tradisional :
a.       Menjaga ruangan buku dari genangan air
b.      Menempatkan kapur sirih yang dimasukkan kedalam baskom pada setiap rak buku
c.       Menempatkan arang pada setiap rak buku.
Cara modern :
Cara modern untuk membasmi jamur yang telah tumbuh dibuku adalah menggunakan sistem fumigasi.
Usaha pencegahan kehadiran jamur
a.       Melakukan pemeriksaan kelembaban ruangan  atau tempat penyimpanan bahan pustaka.
b.      Pembubuhan obat anti jamur pada kulit buku.
c.       Jaga kebersihan buku dari minyak
d.      Jaga bahan pustaka dari debu
2.      Kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh banjir
Langkah-langkah yang diambil sebagai tindakan pencegahanya :
a.       Ikatan bahan pustaka jangan dilepaskan
b.      Air yang terdapat dalam ikatan bahan pustaka harus dikeluarkan dengan cara menekanya perlahan-lahan.
c.       Bahan pustaka yang masih bersih dianginkan sampai kering
d.      Bahan pustaka diusahakan agar tetap utuh dan lampiranya jangan terpisah
e.       Bahan pustaka jangan dikeringkan dibawah pancaran air matahari
f.        Kesabaran adalah modal utama dalam usaha melakukan tindakan pencegahan terhadap kerusakan bahan pustaka
3.      Kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran
Cara mencegah api berkobar lebih besar antara lain
a.       Tutup api dengan kain atau karung basah
b.      Tutup api dengan selimut yang terbuat dari asbes
c.       Pemadaman api dengan bahan yang berbuih
d.      Bunyikan tanda bahaya jika api tak padam.
Cara mencegah terjadinya kebakaran
a.       Periksa jaringan kebel listrik digedung perpustakaan secara berkala.
b.      Alat pemadam kebakaran diletakkan di temat yang tetap, mudah dijangkau, harus diisi kembali kembali kalau habis masa berlakunya.
c.       Bahan yang mudah terbakar
d.      Dilarang merokok di ruang perpustakaan atau membuang puntung rokok sembarangan
e.       Sirene pemadam harus dimiliki oleh perpustakaan dan berada ditempat yang strategis, mudah dijangkau dan periksa secara periodik
4.      Kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh debu.
Caranya :
a.       Membersihkan debu dengan alat penghisap debu.
b.      Pohon besar yang ditanam dihalaman debu untuk penghalang debu.
c.       Kawat halus yang digunakan untuk menutup lubang angina sebagai pembendung debu.
d.      Penggunaan AC di Perpustakaan
5.      Mencegah kerusakan sampul buku
Cara pencegahanya adalah
a.       Membeli buku yang bermutu
b.      Jilid ulang dengan sampul buku
c.       Beri penjelasan pentingnya memelihara buku dengan baik
6.      Mencegah kerusakan pada punggung buku.
Cara mencegahnya adalah ambil buku dengan mendesakkanya terlebih dahulu. Setelah ada ruang cukup, baru tarik buku dari rak tarik bagian tengah buku agar seimbang. Hindari buku tidak sering terjatuh
7.      Mencegah kerusakan pada engsel buku
Cara mengatasinya ialah memberi kesadaran yang tinggi kepada pembaca atau petugas perpustakaan untuk menangani buku sebaik mungkin
8.      Mencegah kerusakan pada jilidan buku
Cara mencegahnya adalah jika terlihat jilidan mulai kendur, kirimkan ke bagian pelestarian untuk diperbaiki
9.      Mencegah kerusakan bahan pustaka karena lembaran yang terlepas.
Cara mencegahnya ialah pilih buku yang bermutu secara fisik, kencangkan benang yang mengendur, dan periksalah baik-baik. Apakah perlu dirawat ringan agar tidak berlanjut lebih parah.
10.  Mencegah kerusakan bahan pustaka karena coretan tinta.
Cara mencegahnya ialah dengan memeriksa setiap buku yang dikembalikan. Dan berikan pengertian pada pembaca tentang perlunya menghargai dan memelihara buku.
11.  Mencegah kerusakan bahan pustaka karena penyobekan halaman atau pengambilan gambar.
Cara mencegahnya :
a.       Pengawasan dan kontrol yang ketat
b.      Hukum mereka yang ketahuan mengerjakan penyobekan
c.       Meningkatkan kesadaran pembaca mengenai pentingnya perpustakaan
12.  Mecegah kerusakan bahan pustaka karena selotip
Caranya : basahi belakang kertas yang kena selotip tadi dengan larutan organik kemudian buku selotipnya dengan sangat hati-hati, jangan sampai huruf pada kertas terangkat atau robek.
13.  Mencegah kerusakan bahan pustaka karena noda makanan dan minuman.
Cara mencegahnya adalah
a.       Pasang pengumuman di pintu masuk perpustakaan dilarang membawa makanan dan minuman.
b.      Meningkatkan disiplin petugas maupun pembaca perpustakaan
14.  Mencegah kerusakan bahan pustakan karena pemudaran warna kertas.
Cara mencegahnya adalah dengan merendahkan temperatur ruangan antara 20o-24oC dengan AC.
15.  Mencegah kerusakan bahan pustaka karena bercak noda merah kecokelatan (foxing)
pencegahanya ialah menghindari, masuknya debu atau menempel sebanyak mungkin dan memelihara tingkat kelembaban ruang pada 45 % RH sampai 60 % RH dengan temperature antara 200C-240C
16.  Mencegah kerusakan bahan pustaka karena noda air dan kebocoran.
Cara mencegahnya ialah hindari kebocoran, jangan menempatkan buku pada rak yang bertempelan dengan tembok.
17.  Mencegah kerusakan bahan pustaka karena kerapuhan
Cara mencegahnya ialah mengurangi keasaman pada kertas (deadifikasi),
18.  Mencegah kerusakan bahan pustaka karena rendahnya mutu bahan
Cara mencegahnya ialah menyadarkan penerbit agar memberikan yang balik untuk konsumen.
Alat yang digunakan untuk pencegahan
a.       Pembasmian jamur pada kulit buku
Untuk jumlah buku:750-1000 buah
Bahan         :  Ethyl Cellulosa (tipe N-7 )              283,5 gram
                     Shirlan Extra                                   13,5 gram
                     Xylol                                              4 liter
                     Putanol                                           162 gram

b.      Campuran kimiawi  pembasmi kecoa
1)      Bahan :    Mercuri Chloricle                            283,5 gram
                     Creosote                                        54 gram
                     Shelae                                            135 gram
                     Methyl Spiritus                               4 liter
                     Bahan kimia ini dioleskan perkulit buku
2)      Bahan Salicylanide                                         27 gram
                     Trichloroethylene                            2 Kg
                     Acetone                                         108 gram
                     Bahan kimia ini disemprotkan
c.       Zat kimia pembasmi rayap
Bahan : Sodium arsenite, aldrin, dieldrin, dieldrex.
d.      Bahan pembersih noda
Noda
Cat                   :  campuran alcohol dan bensin
Jamur               :  alkohol atau tymol
Tak                  :  ethyl , alkohol
Lem                 :  air, air hangat
Lilin                  :  campuran bensin atau toluene
Lumpur            :  air atau ammonia
Minyak             :  carbon tetrachloride atau bensin
Permis              :  acetone
Pita perekat      :  carbon tetrachloride atau bensin
Selotip              :  toluaen, acetone
Teh dan kopi    : potassium perborate
e.       Peralatan
Kaca, mangkuk, jarum, masker, karetbura, sarungtangan, pisau, kain lap, kuas, pensil, tulang, baskom, botol kosong, baju kerja.


MODUL 4 
GITA LARASATI

FUMIGASI DEASIDIFIKASI DAN LAMINASI
KEGIATAN BELAJAR 1
FUMIGASI
A.     ARTI FUMIGASI
Fumigasi adalah salah satu cara melestarikan bahan pustaka dengan cara mengasapi bahan pustaka agar jamur tidak tumbuh, binatang mati, dan perusak bahan pustaka lainya terbunuh. Kata fumigasi diambil dari kata latin Fumigare yang berarti pengasapan.
B.     BAHAN KIMIA YANG DIGUNAKAN
Fumigasi dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia, misalnya :

  1. Carbon Disulfit (CS2)
  2. Carbon Tetra Cloride (CCL4)
  3. Methyl Bromidhe (CH3Br)
  4. Thymol Cristal
  5. Hydrocianide
  6. Ethylene Oxide
  7. SulphurFluoride

Yang perlu dipersiapkan sebelum ke diadakan fuigasi adalah ruangan, peralatan, dan bahan yang akan difumigasi.
C.     BAHAN YANG DIFUMIGASI
Semua bahan pustaka dapat diFumigasi, termasuk lontar maupun bahan dudibuisual yang dianggap perlu. Beberapa jenis buku yang bersampul kulit, menurut Hickin (1985;159) tidak boleh difumigasi dengan bahan kimia jenis Methyl Bromide atau Ethylene Oxida,
Insektisida adalah cara yang baik untuk menghilangkan serangga diperpustakaan, tetapi memiliki efek samping yang berbahaya terhadap lingkungan terutama kalau kurang control.
D.    PELAKSANAAN
1.      Fumigasi dengan Carbon Disulfit (CS2)
Fumigasi yang menggunakan Carbon Disulfit (CS2) yang dicampur dengan Carbon Tetra Clorida (CCL4), dengan perbandingan 1:1 dalam 1 liter dapat digunakan ruangan seluas 2m3
2.      Fumigasi dengan Methyl Bromida (CH3Br)
Tiap satu meter kubik ruangan diperlukan 16-32 gram Methyl Bromida
3.      Fumigasi dengan Thymol Cristal
Tiap satu meter kubik diperlukan Thymol Cristal sebanyak 50 gram
4.      Fumigasi dengan menggunakan napthaline
Untuk satu meter kubik ruangan, diperlukan 810 gram napthaline

E.     RUANG FUMIGASI
1.      Pekerjaan fumigsai ini harus dilengkapi dengan :
2.      Ruangan,lemari atau kotak tertentu.
3.      Perlengkapan petugas seperti topeng penahan gas dan baju laboratorium
4.      Bahan kimia untuk proses pengasapan
5.      Kipas angin atau blower dan alat pembersih
Berikut ini beberapa contoh sebagai pedoman fumigasi
1.      Fumigasi untuk buku-buku yang brejumlah besar, tempat mengadakanya ialah diseluruh gedung atau seluruh ruangan penyimpanan bahan pustaka, bahan yang digunakan Hydrogen Cyadine, Methyl Bromide,
2.      Fumigasi untuk beberapa ratus buku. Ruangan yang digunakan untuk keperluan fumigasi ialah ruangan khusus yang dihama udarakan, bahan yang didinginkan ialah Ethlene Oxide dan Carbondioxide
3.      Fumigasi untuk beberapa ratus buku. Ruangan yang digunakan ialah ruangan khusus, ahan yang digunakan ialah Methyl Bromide.
4.      Fumigasi untuk beberapa buah buku, ruangan yang digunakan ialah lemari yang tidak dapat masukan udara, kotak atau kaleng biscuit yang tertutup, bahan yang digunakan kristal paradichlorobenzene.
F.      KOTAK FUMIGASI
a)      Keterangan
b)      Didnding kotak
c)      Pintu
d)      Tempat kristal paradichlorobenze
e)      Buku
f)        Lampu


KEGIATAN BELAJAR 2
MENGHILANGKAN KEASMAN PADA KERTAS (DEASIDIFIKASI)
Deadifikasi adalah kegiatan pelestarian bahan pustaka dengan cara menghentikan proses keasaman yang terdapat pada kertas.
Salah satu cara mengukur tingkat keasaman  kertas adlah engan membasahi bagian buku yang bersih dengan setetes air bersih, dan menggunakan kertas PH. Kita masukkan kedalam air yang kita teteskan pada kertas atau buku tadi, tunggu kira-kira dua menit, kita akan melihat perubahan warna pada kertas PH tersebut. Dan cara menyesuaikan warna dengan angka yang ada pada kertas PH tersebut, kita dapat mengetaui tingkat keasaman pada kertas buku, setelah selesai pengukurankita harus bersihkan tetesan air tadi dengan lap kering halus, agar buku tadi tidak rusak.

Setelah jelas bahwa kertas memiliki keasamanya, maka kita melanjutkan pekerjaan deaudification  yang dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu
1.      Cara kering dikerjakan jika buku menggunakan bahan tinta yang luntur
2.      Cara basah digunakan untuk buku atau kertas yang tintanya tidak luntur.

KEGIATAN BELAJAR 3
A.     ARTI LAMINASI
Laminasi artinya melapisi bahan pustaka dengan kertas khusus, agar bahan pustaka menjadi lebih awet
Ada 2 cara melaminasi, yaitu dengan mesin dan secara manual
1.      Laminasi mesin
a.       Laminasi dengan cara dingin
Ialah melapisi kedua sisi kertas dengan bahan yang disebut film oplas, film oplas ini mengandung lem, dan dapat dibuka kembali dengancara membasahinya dengan air. Di Indonesia yang memiliki peralatan ini adalah Arsip Nasional Republik Indonesia yang ada di Jl.Ampera Raya No.12 Jakarta Selatan
b.      Laminasi mesin dengan cara panas
Laminasi dengn cara panas menggunakan kertas Cromton untuk melapisi kedua sisi bahan pustaka, kertas dipanaskan 70-900C agar kertas Cromton tersebut dapat menempel pada bahan pustaka.
2.      Laminasi dengan manual
Cara penggunaanya ialah letakkan kertas laminasi di meja yang diberikan alas, kemudian bahan pustaka ditempatkan diatasnya, kemudian diletakkan kertas laminasi lagi, jadai seperti membuat sandwich. Kemudian oleskan acetone yang tersedia dicawan, dengan kuas.
3.      Laminasi lontar
Untuk menjaga kelangsungan hidup lontor, lontor perlu dilaminasi , pelaksanaanya sama seperti yang dilakukan pada bahan pustaka jenis kertas. Untuk menghindari pengaruh iklim, lontor dapat dilapisi dengan minyak sereh. Cara itu dilakukan agar lontar tidak kaku dan terhindar dari gangguan serangga.
B.     ENKAPULASI
ENKAPULASI adalah salah satu cata melindungi kertas dari kerusakan yang bersifat fisik, misalnya rapuh karena umur, pengaruh asam, karena dimakan serangga, kesalahan penyimpanan, dsb.
Pada umumnya kertas yang akan dienkapulasi berupa kertas lembaran seperti Naskah kuno, Peta, Poster,dsb yang umumnya bersifat rapuh.
Perbedaan antara laminasi dan enkapulasi ialah bahwa pada laminasi bahan pustaka menempel dengan pembungkusnyasedangkan enkapulasi bahan pustaka tidak menempel, sehingga kalau diperlukan bahan pustaka bias diambil dengan utuh, dengan cara menggunting bagian tepi plasti pelindungnya.
MODUL 5
ZAKIYATURROHMAH

KEGIATAN BELAJAR 1
PENJILIDAN
Penjilidan merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam perpustakaan. Beberapa factor yang harus diperhatikan yaitu tujuan buku, kegunaan buku, bahanyang diperlukan serta biaya. Buku merupakan kumpulan kertas yang mempunyai struktur saling terikat satu sama lain agar struktur itu tidak lepas satu sama lainya maka buku perlu dijilid. Struktur buku terdiri dari segi, foredge, kertas huungan badan buku, papan jilidan, ikatan timbul,  groove, dsb. Kualitas penjilidan ditentukan oleh bahan yang digunakan serta kemahiran penjilid. Arah serat kertas merupakan hal yang penting agar jilidan rapi dan kuat. Alat yang digunakan dalam penjilidan yaituy : pisau, palu, pelubang, gunting, tulang pelipat, penggaris besi, kuas, gergaji, jarum, benang, pengepres, dsb.

KEGIATAN BELAJAR 2
MENYIAPKAN PENJILIDAN DAN JENIS-JENIS PENJILIDAN
Dalam penjilidan buku perlu dipersiapkan secara baik agar hasil penjilidan kuat dan rapi. Dua hal dalam persiapan penjilidan yaitu penghimpunan kertas-kertas / bahan pustaka dan penggabungan. Penghimpunan dikerjakan secara teliti agar nomor halaman tidak teracak. Agar penjilidan hasilnya sesuai dengan apa yang kita inginkan si penjilid harus menguasai tata cara penjilidan. Lima macam jilidan yang dapat kita pilih yaitu jilid kaye, signature binding, jilid lem punggung, spiral, serta jilid lakban. Hal lain yang perlu diperhatikan pada penjilidan buku adalah pemasangan lembar pelindung pada blok buku sebelum sampul buku dipasang. Lembar pelindung biasanya .menggunakan kertas gassing, Samson /HVS 100 gram.


MODUL 6
IZZATUN MAELIYAH
PETA, SLIDE, FOTOKOPI, DAN TINTA

KEGIATAN BELAJAR 1
PELESTARIAN KOLEKSI PETA
Peta adalah sarana referensi yang memberikan informasi menegenai letak suatu daerah, keadaan politik, perdagangan, hasil tambang, bahasa dan sebagainya yang sangat berharga.
Ada beberapa contoh peta diantaranya : peta perdagangan, peta navigasi, peta hasil bumi, peta hasil tambang, peta wisata, peta kependudukan, peta geografis, dan sebagainya.
Bentuk bumi serta jarak antara satu tempat dan tempat yang lain sangat akurat jika dikemas dalam bentuk Globe. Globe adalah semacam tiruan bumi. Hamper segala informasi dapat dikemas dalam bentuk peta dan globe. Tinggal kepandaian dalam memanfaatkan grafik dan tanda-tanda atau symbol-simbol yang jelas dan mudah dipahami.
Peta adalah bahan pustaka yang unik, tidak menyerupai buku, majalah ataupun surat kabar, atau bahan audiovisual lainnya. Peta dalam hal ini termasuk atlas dan globe, merupakan salah satu sumber informasi untuk menunjang penelitian, pendidikan, maupun untuk keperluan bisnis. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai arsip dimana arsip tersebut dapat merekam sumber data dari kegiatan manusia dalam kehidupan social atau keadaan geografis.

Cara Perbaikan Peta
Memperbaiki peta harus disesuaikan dengan penyebab kerusakannya. Kerusakan peta dapat digolongkan ke dalam:
1.      kerusakan kimiawi yaitu biasanya disebabkan oleh kandungan asam yang terdapat dalam kertas. Ini dapat berupa hilangnya warna atau melemahnya kertas.
2.      kerusakan mekanis yaitu kerusakan yang disebabkan factor luar, misalnya karena kelembapan, kekeringan dan karena lipatan.
Penyimpanan yang baik bagi peta meliputi tiga hal yaitu:
a.       bentuk lemari dan rak yang sesuai dengan ukuran peta.
b.      letak rak hendaknya sesuai dengan lingkungan sehingga  mudah untuk dicapai oleh pemakai.
c.       Bahan dasar terbuat dari kayu yang baik atau besi baja.







KEGIATAN BELAJAR 2
SLIDE
Slide merupakan salah satu jenis bahan audio-visual yang banyak digunakan di perpustakaan terutama untuk mendukung pengajaran dan penelitian.
Slide tidak dapat dibaca dengan mata telanjang, untuk membaca slide harus menggunakan alat yang disebut proyektor. Semua proyektor menggunakan prinsip cahaya dan bayangan yang secara intens dijuruskan ke atau melalui materi yang akan diproyeksikan, dikirim melalui system optic yang bisa digunakan pada alat tersebut lalu diproyeksikan ke layar.
Ada beberapa jenis slide diantaranya:
1.      Lantern Slide
Slide ini sudah dikenal sejak perang dunia II, biasanya slide ini dibuat dari sepotong gelas tipis, permukannya dapat berupa emulsi fotografi, lapisan gelatin atau gelas jernih.
Ada bebarapa keuntungan menggunakan model slide ini diantaranya:
a.       Ukurannya besar sehingga dapat lebih menggambarkan detail.
b.      Dapat dibuat sendiri dengan tangan yaitu dibuat diatas gelas jernih.
c.       Dapat digunakan sebagai bahan pengajaran yang membantu para guru.
d.      Murid dapat menggunakan dalam membuat laporan, dalam mennguraikan atau menggambarkan suatu masalah.
e.       Dapat untuk memperagakan suatu material baru, latar belakang suatu diskusi dll.
2.      Slide 2 X 2
Dunia pendidikan sekarang lebih banyak menggunakan slide model ini karena ada beberapa keuntungan diantaranya:
a.       Bahannya tidak mudah pecah, karena bukan dari gelas/ kaca, tetapi dari film ukuran 35 mm.
b.      Ringan dan mudah dikirim.
c.       Pembuatanny praktis, yaitu dengan kamera foto 35 mm;
d.      Harganya relative murah.
e.       Dapat dibuat gambar berwarna sehingga lebih mengesankan dan menarik bagi para pembaca perpustakaan.
3.      Slide dengan Suara
Pengiriman suara komentar pada slide kini makin lazim digunakan. Misalnya tentang suatu wisata, mulai dari keberangkatan, acara-acara di tempat wisata hingga kembalinya lagi dapat direkam dengan runtut. Pembuatan slide tidak perlu seruntut pembuatan film strip, sebab penyusunan cerita dapat dilakukan setelah slide selesai dibuat.
4.      Proyektor Untuk Slide
Pada umumnya pada jenis ini mudah penggunaannya, selin itu harganya pun relative murah tergantung besar kecilny watt dan otomatis/semiotomatis. Keistimewaannya adalah memunngkinkan pembicara berdiri bebas dimuka kelas, sementara penyajian slide berlangsung terus dengan menggunakan remote control.

5.      Pemeliharaan Slide
Ada bebarapa hal yang dapat dilakukan dalam pemeliharaan slide, diantaranya:
a.       Perhatikan tempat penyimpanan, harus tyertata sehingga tidak menghabiskan ruang yang tersedia.
b.      Bebas dari cahaya luar/ cahaya langsung dari lampu ataupun dari matahari karna dapat merusak warna pada slide.
c.       Hindarkan dari debu, karna jika slide terkena debu dan kurang hati-hati dalam membersihkannya akan menimbulkan kerusakan pada slide bagian emulsi yang mudah sekali tergores bahkan oleh debu sekalipun.
d.      Bebas dari kelembaban, jika control kelembaban jelek maka dapat timbul jamur.
e.       Hindarkan dari goresan karma akan mempengaruhi pada tampilan slide setelah terproyeksikan.
f.        Pastikan tidak ada kerusakan, kabel putus atau lensa yang kotor pada proyektor.
6.      Kelebihan Slide
a.       Pembuatan slide tidaklah sukar asal kita mengetahui cara menggunakan kamera untuk keperluan potret memotret.
b.      Slide dapat ditempatkan secara berkelompok atau tunggal.
c.       Slide mudah dipakai dan dapat digunakan untuk kelompok yang banyak angotanya maupun perorangan.

KEGIATAN BELAJAR 3
FOTOKOPI DAN TINTA
A.     FOTOKOPI
Dewasa ini banyak perpustakaan yang menggunakan alat ini, terutama perpustakaan khusus yang koleksinya sebagian besar adalah majalah professional yang memuat artikel mutakhir bagi para pembacanya.
ada bebarapa keuntunngan mengunakan fotokopi diperpustakaan diantaranya:
1.      untuk menjaga keawetan buku, misalnya buku yang akan dipinjan lapuk, hendaknya fotokopinya yang dipinjamkan.
2.      buku yang tidak bias dipinjam keluar, bias dibuat fotokopinya sehingga bukunya tidak dikawatirkan hilang atau rusak.
3.      bagi pembaca akan mempermudah mengkopi artikel-artikel majalah atau bagian-bagian buku sesuai dengan minat pembaca.
4.      bagi pembaca diuntungkan karena tidak perlu keluar perpus untuk mengkopi bahan yang diperlukan.
Selain itu ada beberapa kerugian dalam penggunaan fotokopi, diantaranya:
1.      banyak buku atau majalah yang rusak karena dalam penjilidan kurang memperhatikan punggung buku.
2.      tinta fotokopi mudah pudar oleh sinar
3.      tinta fotokopi dapat saling menempel pada halaman, terutama kalau disusun terlalu padat atau ditindih berat.
B.     TINTA
Tinta ternyata merupakan komponen pembuat buku yang sangat penting, terutama tinta tukis. Bahkan sejak pada 2.500 SM tinta sudah dikenal oleh bangsa mesir dan cina. Hingga pada pertengahan abad ke-15 sejalan ditemukannya mesih pencetak, tinta pun mulai beragam bentuknya disesuaikan menurut keperluan cetakan.
1.      Bahan Dasar Tinta
Bahan dasar tinta ialah mineral yang berupa garam besi yang dicampur dengan rendaman kulit kayu oak semacam kayu jati tetapi daunnya kecil diberi warna agak gelap.hasilnya adalah tinta yang biru kehitaman.
2.      Macam Tinta
a.       Tinta Tulis, terbuat dari bahan tersebut diatas, hanya bahan mineralnya disesuaikan dengan kebutuhan cetakan. Tinta tulis dapat dibedakan menjadi tinta tulis permanent dan tinta tulis luntur.
b.      Tinta Cetak, tinta cetak sifatnya lebih kental dari tinta tulis. Bahan yang digunakan untuk membuat tinta cetak adalah alkyd sintetis, minyak mineral yang berasal dari minyak tanah, minyak tung, minyak kedelai, minyak castor. Tinta cetak ialah karbon dan pita mesin ketik atau pita computer, bahan dasarnya juga seperti tinta cetak tapi dikemas dalam pita dan dikeringkan. Tinta stensil juga termasuk jenis tinta cetak.
c.       Bulpoin, terbuat dari bahan celup, pewarna dicampur dengan minyak dan damar. Kekentalan tinta bulpoin diantara tinta tulis dan tinta cetak, jadi tidak cair sekali seperti tinta tulis, juga tidak seperti tinta cetak yang sangat kental. Yang termasuk tinta bulpoin adalah tinta untuk bantalan stempel yang terbuat dari glycerine atau glycol dan air.
3.      Bahaya Tinta pada Kertas
Tinta meningkatkan keasaman pada kertas, terutama jenis tinta iron gall yang terbuat dari asam tanat dan garam besi. Tinta yang asam dapat membuat buku menjadi berlubang, mengikuti gerak dari tulisan dalam buku tersebut.
4.      Syarat yang Diperlukan bagi Tinta
Syarat yang diperlukan bagi tinta yang baik adalah sebagai berikut:
a.       Menghasilkan tulisan permanent dan warna tinta menjadi hitam dalam waktu beberapa hari.
b.      Tinta harus dapat mengalir dengan cepat dari pena dan mengendap dengan baik dalam serat kertas tanpa menembus pada lembaran.
c.       Tinta tersebut tidak mengumpul dalam botol.
d.      Bila terjadi korosi antara tinta dengan pena, tulisan yang dihasilkan harus lekas kering.


MODUL 7
PONCO ANGGASMORO
PELESTARIAN NILAI INFORMASI

KEGIATAN BELAJAR 1
BENTUK MIKRO
Bentuk mikro ialah berbagai jenis microfilm yang lazim digunakan di Perpustakaan. Microfilm ini merupakan bentuk lain dari bahan tercetak seperti buku, majalah, surat kabar, informasi yang terkandung didalamnya berupa tekstual, ilustrasi, table, gambar, dsb.
Bentuk mikro ini dapat berupa gulungan microfilm, mikrofis, operture card, ultrafis, dan mikro opaque.
Bentuk mikro terutama digunakan oleh perpustakaan yang koleksinya diperuntukkan bagi penelitian, seperti pada perpustakaan khusus dan perpustakaan perguruan tinggi. Karena bentuknya yang kecil, maka penyimpananya lebih mudah dan pengiriman dari pnerbit atau distributornya pun lebih murah.
Bentuk mikro disukai perpustakaan, karena memiliki berbagai kelebihan sebagai berikut :
1.      Penghematan ruang merupakan unggulan pertama dari bentuk mikro.
2.      Keamanan, bentuk mikro lebih aman jika dibandingkan dengan bentuk kertas. Aman karena pembaca umumnya tidak membawanya pulang, karena bentuk mikro memerlukan alat baca khusus yang hanya dapat digunaan di perpustakaan.
3.      Bentuk mikro mudah direproduksi dan diubah bentuknya jika kita memiliki master negatifnya, maka sangat mudah untuk membuat duplikasinya dengan harga murah.
4.      Bentuk mikro sangat mudah diakses, terutama kalau indeksnya baik, konsisten, dan mudah diikuti.
5.      Tidak menyimpang dari bentuk asli jika pemotretanya dilakukan dengan baik dan teliti.
6.      Ekonomis karena biaya produksi lebih murah dari produksi bahan tercetak, begitu pula biaya pengiriman, penyimpangan, dan reproduksinya.

Pada perkembanganya kemudian, pada akhir decade 1960-an, yang maju adalah teknologi computer, yang ternyata dapat lebih berkembag dan memiliki harapan yang lebih cerah bagi perpustakaan daripada bentuk mikro.
1.      Pembuatan microfilm
Pembuatan microfilm dilakukan karena beberapa pertimbangan :
a.       Bahan sudah rusak, sehingga tak perlu disimpan lagi
b.      Bahan masih baru, tetapi nilai fisiknya tidak penting
c.       Bahan sangat penting, kalau tidak dipinjamkan dalam bentuk aslinya akan mudah rusak
d.      Ada beberapa penerbit yang khusus enerbitkan dokumen dalam bentuk microfilm, misalnya IDF dari Swiss, dan UMI (University Microfilm International) yang menerbitkan disertasi di Amerika.
Microfilm adalah istilah umum untuk berbagai bentuk mikro yang dituangkan dalam film. Film yang digunakan itu ada dalam berbagai ukuran, misalnya ada yang 8 mm, 35 mm, 70 mm, dsb. Yang lazim digunakan untuk membuat microfilm ialah film yang berukuran 35 mm.
Dari semua microfilm diatas diperlukan alat untuk membacanya, yang disebut microfilm reader atau alat baca microfilm. Yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
a.       Apakah alat tersebut bisa membuat hardcopy?
b.      Apakah alat tersebut ada di pasaran kita?
c.       Kalau alat tersebut rusak, mudahkah mencari pengganti bagian-bagianya?
d.      Kokoh ataukah mudah rusak?
e.       Berapa rasio perbesaranya?
f.        Apakah lensanya bagus dan memberikan gambaran yang jelas?
g.       Apakah dilengkapi dengan kipas angin pendingin lampu?
h.       Apakah mudah dipelihara?
i.         Apakah mudah dipindah-pindahkan?

Agar dapat membuat microfilm, seseorang  harus mengetahui teknik fotografi. Misalnya mengnal seluk beluk kamera, seperti diafragma, asa film, kecepaan bidik,manipulasi sinar, dsb.
2.      Microfilm untuk surat kabar dan majalah
Surat kabar adalah bahan pustaka yang sangat menyusahkan dalam pelestarianya. Hal ini disebabkan surat kabar dibuat dari kertas yang cepat rusak. Memang surat kabar diperuntukkan kepada dua atau tiga pembaca saja kemudian dibuang, tetapi kenyataanya surat kabar juga dapat digunakan oleh banyak orang, terutama pada perpustakaan umum, sehingga surat kabar menjadi sangat kumal karena banyak orang yang menggunakan.
3.      Sejarah microfilm
Penemuan microfilm merupakan kemajuan yang luar biasa dalam bidang perpustakaan. Perubahan bentuk dari kertas ke microfilm tidak hanya memudahkan dalam penyimpanan maupun transportsai tetapi juga ternyata sangat bermanfaat untuk keperluan pelestarian.
Penggunaan microfilm diperpustakaan ini sebenarnta dimulai awal tahun 1930, ketika Keyes Metcalf mengirimkan tumpukan surat kabar yang sudah robek-robek ke perusahaan recordak model A dan B. beberapa tahun kemudian David C.Weber berhasil menemukan system pembuatan microfilm, yang merupakan tonggak sejarah dalam sejarah perpustakaan.
Pada tahun 1935, Fran L.Polk kepala perpustakaan umum The New York Public Library melaporkan bahwa dengan adanya bagian layanan microfilm, berbagai surat kabar diubah dalam bentuk microfilm. Misalnya saja surat kabar The New York of Tribune untuk terbitan satu tahun dibuatkan microfilm dari ukuran 35 mm, siap untuk dibaca. Begitu pula The New York times edisi Perang Dunia 1, dari tahun 1914-1918 tersedia dalam bentuk microfilm.
4.      Reproduksi microfilm
Dalam melestarikan informasi dari suatu dokumen, kita bisa menggunakan teknologi microfilm, jika dokumen tersebut ditulis pada kertas yang rendah kualitasnya, seperti surat kabar, yang jika digunakan oleh banyak pembaca rusak dalam waktu singkat padahal iformasinya masih diperlukan dalam jangka waktu yang lama, maka ada baiknya dibuatkan mikrofilmnya.

KEGIATAN BELAJAR 2
CD ROOM (COMPACT DISC READ ONLY MEMORY)
Teknologi video disc, yang semula dicobakan untuk pelestarian di The Library of Congress tahun 1982, ternyata telah berkembang lebih maju untuk penyimpanan, pngolahan, dan penemuan informasi yang handal dewasa ini.
Sebagai pustakawan di zaman modern ini kiranya tidak salah kalau anda mempunyai gambaran mengenai teknologi informasi yang memberikan banyak harapan bagi produksi, pengolahan, pemakaian, dan pelestarian informasi. Kemudahan untuk menemukan kembali inforamsi yang telah disimpan dalam disc, misalnya dalam bentuk CD-ROOM inilah yang memberikan prospek cerah bagi perkembangan layanan perpustakaan.
Sesuai dengan namanya, data atau informasi digital yang sudah direkam didalam CD-ROOM tidak dapat dihapus atau ditamah pemakai, tetapi hanya dapat dibaca saja oleh pemakai.
Beberapa keunggulan CD-ROOM
1.      Merupakan sarana penyimpanan informasi berkapasitas tinggi
2.      Memudahkan penelusuran literature
3.      Tahan terhadap gangguan electromagnets
4.      Bagi perpustakaan CD-ROOM memudahkan pembuatan catalog
5.      Mempercepat penerbitan.



MODUL 8
M.AZHAR YA’QUB
PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI BERBAGAI NEGARA

KEGIATAN BELAJAR 1
KEADAAN PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI INGGRIS
Pelestarian dan pengawetan serta pemeliharaan bahan pustaka di Inggris sangat maju. Mereka menyadari bahwa harga buku sangat mahal dibandingkan dengan harga barang kebutuhan lain. The British Library memberikan pelopor dalam hal ini. Telah disusun bibiliografi mengenai hal ini, misalnya mengenai restorasi, penjilidan, pemeliharaan, dan pengawetan, yang sangat lengkap dan bermanfaat bagi yang memerlukanya untuk memperdalam bidang ini. Banyak orang dari luar Inggris belajar dalam bidang ini.
Selain buku, dibuat juga video yang menjelaskan cara pengawetan dan pemeliharaan buku. Diantaranya yang dbuat oleh Douglas Fosket, dengan gamblang dijelaskan bagaimana caranya menyusun buku di rak dan mengambil buku dari rak.
Dalam video tersebut juga diperlihatkan bagaimana memperbaiki buku yang rusak, kertas yang robek, lembaran yang disisipkan, cara menjilid sederhana, dan cara membersihkan buku dari debu, menghilangkan warna kecokelatan pada kertas, dsb
David W.G Clements, seorang tokoh dalam bidang pelestarian dan pengawetan bahan perpustakaan dari The British Library memliki reputasi Internasional yang kuat. Disamping memberikan konsultasi di berbagai negara, Ia juga menulis banyak buku dan artikel majalah, diantaranya :
1.      Development in Preservation. British Book News, April 1988:260-262.
2.      Emerging Technologies-Paper Strengthening. Restaurator, 8 (2/3_) 1987:124-128
3.      Preservation of Library Collection.Parts : UNESCO,1985
4.      The National Preservation Office of The British Library, IFLA Journal, 12 (1) February, 1986:25-32.
Pelestarian bukanlah subjek yang berdiri sendiri. Subjek ini sangat erat kaitanya dengan perkembangan koleksi atau collection Management, seperti dijelaskan oleh John Feather dalam bukunya yang berjudul Preservation and the management of Library Collection, yang terbit pada tahun 1991 di London oleh The Library Association. Buku ini memberikan penjelasan mengenai pelestarian dalam  hubunganya dengan pengembangan koleksi perpustakaan.
F.W Ratcliffe dan D.Patterson juga menulis tentang proyek pelestarian yang ada di Cambridge University yang berjudul Preservation Policies and Conservation in British Libraries: report of Cambridge University Library Conservation Project. London British Library, 1984, 134 p. refs tabs.(Library and information Research Report 25)(ISBN 0-7123-3035-6). Buku tersebut dapat menggambarkan bagaimana kebijakan pelstarian bahan pustaka yang ada di Inggris pada umumnya dengan mengacu pada perpustakaan di Universitas Cambridge.
Pelestarian sangat membantu menjawab kesenjangan tadi. Alat-alat untuk keperluan pelestarian tersedia di pasaran di inggris. Sehingga bagi perpustakaan yang akan menyelenggarakanya dapat dengan mudah dilaksanakan.
Pengusaha penjilidan komersial atau usaha komersial lainya yang menyangkut keperluan pelestarian di inggris sangat membantu perpustakaan untuk dapat menentukan pilihan mereka, kapan harus dikerjakan oleh lembaga komersial, dan kapan data dikerjakan oleh perpustkaan sendiri.

KEGIATAN BELAJAR 2
A.     KEADAAN PELESTARIAN DI USA
Amerika Serikat memilki lembaga yang paling banyak berkecimpung dalam bidang pelestarian bahan pustaka. Perpustakaan The Library of Congress adalah salah satu pelopor yang gigih dalam mengadakan pemeliharaan dan pengawetan.
RTSD / ALA (Resources and Technical Services Division/ALA) memiliki seksi pemeliharaan bahan postal, yang sudah aktif sejak 1998. seksi ini telah menerbitkan sebuah bibiliografi pemeliharaan beranotasi yang dapat dibeli lewat RTSD. Di samping itu seksi ini juga mengadakan seri lokakarya program pengawetan dasar.
Pendidikan untuk program ini diadakan oleh berbagai sekolah perpustkaan seperti berikut ini
1.      Columbia University, School of Library Services.
2.      Simmons College.
3.      Catholic University of America
4.      University of California Los Angleles
5.      Wayne State Univerity
6.      Florida State University
Suatu ketika sebuah konferensi yang diselenggarakan tanggal 16-17 Desember 1976 berlokasi di Whittall Pavillion membahas tentang NPP diatas. Konferensi tersebut diikuti oleh berbagai petugas professional seperti pustakawan, ahi kearsipan, pakar/dosen dan pegawai dari LC sendiri. kesemuanya 40 orang
Ada 5 pakar yang berbicara dalam konferensi tersebut :
1.      Lawrence S.Robinson, Preservation Microfilming officer
2.      Dr.John C.William. LC’s Preservation Research Office
3.      Gordon R.Williams, Director oThe Center for Research Libraries.
4.      Robert L.Feller, Director of The Center on The Materials of the Artist and Conservator at Carnegie-Mellon University
5.      Paul N.Banks, Conservator at Newberry Library
Kesimpulan dari konferensi tersebut adalah bahwa dalam upaya pelestarian bahan dokumen dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya adalah :
1.      Aspek sosial yang menyangkut :
a.       Apa yang harus dilestarikan / diawetkan?
b.      Siapa yang melaksanakanya?
c.       Bagaimana melaksanakanya?
2.      Aspek teknis meliputi :
a.       Bagaimana cara pelaksanaanya?
b.      Bentuk atau meteri yang akan dilestarikan?
Pada Library of Congress ada sekitar 37 jabatan untuk menangani bidang pengawetan ini. Utuk mendidik ahli atau professional dalam bidang pengawetan atauconservation itu dibutuhkan waktu sekitar 7 tahunan dan m,enurut pendapat Paul N.Banks bahwa untuk bidang ini diperlukan jabatan jabatan seperti :
1.      Administrasi
2.      Pustakawan dan teknik penyeleksian dokumen/koleksi
3.      Ahli pengawetan
Dari pendapat ahli konservasi, secara umum dapat disimpulkan bahwa untuk membentuk National Preservation Program, dalam National Preservation Program Planning Conference itu mencakup :
1.      Preservation master microfilm
2.      Bibiliographic system
3.      Pendidikan konservasi
4.      Ruang pendingin penyimpanan untuk dokumen yang belum di mikrofilmkan
Konferensi tersebut dianggap berhasil bila diukur dari :
1.      Kualitas dari peserta yang mengikuti diskusi cukup tinggi, karena pada umumnya terdiri atas para pakar dalam bidangnya masing-masing.
2.      Kualitas dar presentasi yang disampaikan oleh segenap pembicara cukup berbobot.
3.      Level atau tingkat diskusi sangat memuaskan.
4.      Pentingnya topik yang dibahaas dalam setiap diskusi sangat menarik sehingga peserta cukup antusias membahasnya.
Walaupun Amerika Serikat bukan pelopor pelestarian seperti inggris, tetapi pelaksanaan program pelestarian menjadi lebih berkembang dan lebih maju daripada inggris. Hal ini diebabkan berbagai factor pendukung yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Faktor-faktor pendukung tersebut diantaranya sebagai berikut :
1.      Banyak pakar yang dapat bekerja sama satu sama lain demi meningkatkan mutu profesi.
2.      Asosiasi perpustakaan memberikan fasilitas untuk mempertemukan para pakar
3.      Di Amerika banyak yayasan yang bersedia memberikan dana untuk program pelestarian atau pendidikan tenaga pelestarian yang dianggap bermanfaat.
4.      Banyak perpustakaan besar yang menyediakan atau mendirikan laboratorium untuk keperluan pelestarian.
5.      Banyak badan komersil yang dapat menunjang suksesnya program pelestarian di suatu perpustakaan, misalnya penjilidan atau penjual alat-alat untuk pelestarian.
6.      Tersedianya para konsultan yang siap untuk dimintai bantuan, dikontrak dalam system harian, bulanan ataupun tahunan, dengan bayaran yang tidak terlalu tinggi.
Tidak kalah penting adalah tersebarkanya karya-karya para pakar berupa tulisan dalam majalah professional maupun buku yang membagi pengalaman mereka untuk rekan-rekan pustakawan lainya. Diantara mereka adalah :
1.      Paul N.Banks dari perpustakaan Newbery di Chicago,
2.      Pamela Darling, istri Richard Darling, Dekan sekolah perpustakaan di Universitas Columbia, bekerjasama dengan Paul N.Bank mempelopori pendidikan untuk tenaga pelestarian di USA.
3.      Carolyn Clark Morrow, seorang pakar yang tumbuh dari pengalaman lapangan.
4.      Jeffery Field, seorang pakar yang menuliskan peran NEH yang terkenal murah dalam memberikan dana untuk keperluan pelestarian. Salah satu tulisanya ialah :
“The Role of the National Endowment for the Humanities Office of Preservaion in the National Preservation Effort.” Microform Review, 14(2)Spring, 1985 :81-82,84-86,11 refs.
5.      John F,Dean adalah seorang pakar yang rajin menulis di majalah professional, sehingga rekan-rekanya apat mengikuti jejaknya dalam melaksanakan program pelestarian di perpustakaan. Beberapa diantara tulisanya ialah :
a.       Advances in Preservation Technology and Library Binding. Serial Review, 9 (3)Fall, 1983:95-97.
b.      Conservation and Collection Management\.Journal of Library Administration,7 (2/3) Summer/Fall,1986:129-141.25 refs.
c.       John Hopkins Action in Preservation Developing a Paper Conservation program in a small Instituion. Conservation Administration News,(9)April,1982:1, 4-7.ill.2 refs.

Ø      Survey koleksi
Antara tahun 1980-1983 beberapa peritiwa terjadi. Satu adalah kedatangan pimpian yang baru. Donald Moore, yang tentu saja ia segera memperhatikan bahwa perlu ambil tindakan berdiskusi dengan badan pengawas. Peristiwa yang kedua adalah harapan bahwa sebuah kompleks pelestarian baru akan diselesaikan bangunan untuk administrasi (1987-1988) termasuk untuk perpustakaan akan mengalami renovasi besar-besaran.
Ø      Proposal
Dengan senjata koleksi yang terdokumentasi baik ini mereka mencari bantuan dana pendukung proyek pelestaian tahun 1985 dari dana pemerintah federal “Institute of Museum Services”.
Ø      Prosedur Pendahuluan
Sebelum pekerjaan yang sebenarnya dikerjakan, kartu shelf listnya difotokopi sebagai duplikasi alasan mengkopi ini karena sudah ada nomor inventarisnya.


Ø      Pelaksanaan proyek
Pada pelaksanaan, ternyata banyak rencana yang sudah dikerjakan dengan rapi, tetapi pelaksanaanya lain dengan rencana. Misalnya petugas fotokopi berjalan lebih lambat daripada petugas pembungkus buku-buku yang akan dipindahkan, dan ini memperlambat pekerjaan. alasan mengkopi ini karena sudah ada nomor inventarisnya.

Setelah melalui beberapa kesalahan langkah, akhirnya ditetapkan bahwa tidak mungkin untuk mengikuti langkah demi langkah secara sinkron sesuai dengan rencana. Petugas konservasi bekerja jauh lebih cepat  dari petugas pengepak dan petugas fotokopi, sehingga prosedurnya menjadi seperti berikut :
a.       Buku dikeluarkan dari rak, dibersihkan debunya dengan kain yang diberi bahan kimia yang dapat memegang debu tetapi tidak merusak buku.
b.      Kemudian buku ditempatkan pada rak dorong.
c.       Kereta buku tadi dibawa kebagian fotokopi dan sementara ditempatkan pada ruang kerja yang tidak untuk umum
d.      Lembar evaluasi asli dan kartu catalog difotokopi menjadi satu halaman pada kertas berukuran 20 cm x 35 cm sebanyak 5 kopi.
e.       Dua lembar diselipkan pada masing-masing buku.
f.        Satu lembar dari yang diselipkan dibuku tadi tetap bersama buku, sedangkan yang lain masuk di kantong yang ditempelkan pada pembungkusnya.
g.       Sebelum itu penulis telah membubuhkan tanda tangan, sebagai bukti bahwa buku telah dicek penulis sebelum dibungkus.
h.       Lembar evaluasi asli dan kartu catalog yang difotokopi tadi (langkah d) diambil dari buku pada waktu akan dibungkus kemudian dibukukan untuk kemudian di file
i.         Semua buku ditempatkan pada tempat terkunci sesudah dibungkus , rak dipindahkan sampai saatnya dipak kedalam sejumlah dus.
j.        Catatan isi dari setiap dus disimpan, nomor induk buku-buku dituliskan langsung pada setiap dus.
k.      Setelah buku dikirim, buku ditempatkan di rak “Ruang Buku Langka” NewYork Botanical Garden Sesuai dengan nomor induk yang tampak pada punggung kertas pembungkus bersama symbol-simbol lain yang dipakai.
Jika perpindahan ini menggunakan badan komersial biaya angkut dan asuransi akan sangat mahal. Untungnya Brooklyn Botanical Garden menyediakan mobil baru dan seorang sopir untuk membantu mengangkut 78 dus buku.

Ø      Kesimpulan dari proyek
Proyek ini dpat dikerjakan dengan baik, dan berguna bagi perpustakaan dan keperluan lembaga induknya. Perpustakaan dapat menunjukkan kepada masyarakat akan harta yang berupa bukti langka yang tidak ternilai harganya.

KEGIATAN BELAJAR 3

KEADAAN PELESTARIAN DI PUERTO RICO (AMERICA LATIN)
Daerah tropis, menurut Plumbee lebih banyak serangga yang dapat menyerang koleksi, memiliki tingkat kelembaban yang tinggi yang menumbuhkan jamur, serta tingkat suhu yang lebih tinggi yang dapat mempercepat kerusakan dokumen.
Pelestarian bahan pustaka baik dalam bentuk fisik, maupun isi intelektual merupakan tugas  utama pustakawan. Bibilografer, dan petugas museum.
Pengenalan baru untuk keperluan pelestarian bahan pustaka dapat dilihat dari eksperimen-eksperimen yang dilaksanakan oleh William J.borrow . dalam eksperimenya borrow membuktikan , kertas sebagai pendukung pokok untuk bahan bibiliografis, dapat rusak karena bahan kimia dan asam dalam proses pembuatanya.
*        Iklim tropik
Bahan pustaka pada iklim tropik tidak terhindar dari bahaya yang sama seperti pada iklim lain. Bahaya itu meningkat dengan terlalu banyaknya daerah tropik
Kenyataan bahwa banyak Negara-negara dengan iklim tropik, juga Negara-negara berkembang, memberikan tambahan perhatian pada pelestarian bahan pustaka, namun dana untuk perpustakaan yang diharapkan tidak ada. Pada Negara berkembang dana untuk perpustakaan tidak ada prioritas, oleh karena anggaran yang diberikan untuk pelayanan utama bagi pemerintah.
*        Puerto Rico
Kepulauan Puerto Rico lokasinya berada ditengah-tengah gugusan kepulauan yang kelihatan seperti kepulauan Autilles dan ada di paling kanan Laut Caribea. Ia memiliki iklim yang panas dan lembab. Letak geografisnya juga membuatnya mudah mendapat kecelakaan badai dan angin ribut.

Usaha-usaha pelestarian di Perpustakaan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Puerto Rico
Perpustakaan in terletak di kampus Medical Sciences University of Puerto Rico di Rio Piedras. Ini adalah sebuah perpustakaan khusus perguruan tinggi, yang memberikan layanan informasi yang diperlukan mahasiswa, dosen-dosen, dan tenaga administrasi kampus setempat. Koleksi perpustakaan disimpan dalam sebuah bangunan tembok yang dibangun pada tahun 1972. perpustakaan ini mempunyai AC sentral yang dapat mengontrol tingkat temperature dan klembaban yang tinggi.
Fumigasi diadakan setiap bulan untuk mencegah serangga tropis yang dilakukan keseluruh bagian kampus, termasuk perpustakaan.fumigasi khusus terhadap fungi dan serangga tropis dilaksanakan oleh erpustakaan jika dirasa perlu.
Yang lebih diutamakan dalam pengawetan pada perpustakaan ilmu-ilmu kesehatan adalah bahan-bahan kebudayaan Puerto Rico tersebut. Diantaranya bahan-bahan tropical medicine telah mendapat perhatian khusus bagi penelitian.

PUJI WINDIAWATI
MODUL 9

ORGANISASI LOKAL, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL
KEGIATAN BELAJAR 1
A.     ORGANISASI LOKAL
Organisasi lokal adalah adalah organisasi yang sifatnya hanya berlaku lokal menurut daerah –daerah tertentu.
B.     ORGANISASI NASIONAL
Organisasi dan program serta kegiatan pemeliharaan dan pengawetan perpustakaan yang ada di Amerika Serikat adalah sebagai berikut :
1.      American Library Association (ALA)
PLMS ( Preservation Service Division) dan RTSD (Technical Service Division) merupakan salah satu seksi di ALA sedangkan PLMS terdiri atas komite komite Pendidikan, komite mutu fisik bahan pustaka, komite kebijaksanaan dan penelitian, komite hubungan antara perpustakaan dan penjilid
2.      Society American Archivists(SAA)
Dalam ‘SAA’ ini mengatur bermacam-macam program seperti pengawasan pengumpulan kebenaran, kegunaan, kemanan dan pengawetan.
3.      American Institute for Conservation (AIC) of History and Artistic Works.
Pengertian ‘AIC’ adalah asosiasi konservator professional dan ilmuan konservasi yang berkarya untuk melatih anggotanya sendiri untuk lembaganya. Tujuan ‘AIC’ adalah menukar dan menyebarkan informasi tentang pemeliharaan dan tekniknya, mendorong dan memiliki standar tinggi tentang masalah –masalah kebudayaan ‘AIC’ didirikan pada tahun 1960 dan organisasi ini memiliki 3 jenis keanggotaan antara lain:
1)      Assosiate, yaitu siapa saja yang berminat dalam bidang tersebut.
2)      Feslow, yaitu konservator ahli yang memenuhi syarat keahlian.
3)      Lembaga.
4.      The Guild of book Workers.
The Guild of book Workers adalah organisasi nasional yang bergerak dalam pembuatan buku. Didirikan tahun 1960 untuk mendorong keahlian membuat buku dalam era mekanisasi.
5.      Library Binding Institute (LBI)
Tahun 1981 LBI menerbitkan revisi standard for library binding yang terbitan pertama tahun 1971 berisi bahan-bahan dan metode khusus dalam menilai hasil jilidan perpustakaan.
6.      Nasional Conservtion Advisor Council/National Institute For Conservation (NCAC)
Keanggotaan NCAC meliputi sembilan anggota utama yang mewakili organisasi nasional seperti LC,AIC, National trust for Historic Preservation, serta 50 anggota asosiasi dan penelitian resmi sebagai wakil daerah pusat konservasi, asosiasi professional nasional, dan perwakilan apapun.
7.      Asssosciatiom of Research Libraries (ARL)
ARL adalah suatu organisasi dari 113 perpustakaan penelitian terbesar di USA dan Kanada, khususnya untuk memperluas kerjasama perpustakaan nasional dan memperbaharui akses ke bahan-bahan penelitian.
Office of Management Studies(OMS) adalah bagian dari ARL. Di tahun 1960 ARL mendirikan sebuah komite pemeliharaan dan pengawetan yang dipimpin oleh Gordon R.William yang bertugas mempersiapkan suatu rencana untuk menyebarkan dan memelihara bahan-bahan pustaka
8.      Research Libraries Grpup (RLG)
RLG didirikan tahun 1974 dan meliputi New York Public Library (NYPL) dan  perpustakaan Yale Columbia, serta Universitas Harvard tahun 1980 RLG mempunyai 25 anggota diseluruh Dunia.
C.     ORGANISASI INTERNASIONAL
Organisasi internasional bidang pelestarian yang terkenal adalah sebagai berikut:
  1. ICC (The International Institute dor Conservation of Historic and Artistic Works)
Didirikan tahun 1950.ICC memliki 3 jenis keanggotaan:
1.      Associate, yaitu siapa saja yang berminat dalam bidang tersebut.
2.      Fellow, yaitu Conservator ahli yang memenuhi syarat keahlian
3.      Lembaga
  1. ICOM (The International Council Museum)
  2. IFLA ( The International Federation of Library Association)
  3. ICC ( The International Centre for Conservation)

KEGIATAN BELAJAR 2
LEMBAGA RISET DAN PENDIDIKAN TEKNISI / PROFESIONAL
A.     LEMBAGA RISET
Lembaga riset baik lokal, nasional, maupun international sangat penting dalam mendukung kehidupan dan perkembangan suatu profesi karena sering kita lihat R&D (Research and Development) adalah sepasang kata yang bergandengan sebagai sebab akibat dari suatu kegiatan.
Di Amerika serikat dan Kanada memiliki berbagai lembaga penelitian yang bersifat nasional maupun Internasional.
B.     PENDIDIKAN TEKNISI DAN PROFESIONAL
Di jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Sastra UI mendirikan pendidikan pelestarian sebagai satu mata kuliah saja yang berjudul “ Pelestarian dan Pemeliharaan Bahan Perpustakaan yang diberikan untuk mahasiswa program S1,S2,S0 perpustakaan dan D3 kearsipaan.
Paada tahun 1976, PLMS menerbitkan Perservation Education Directory yang menyatakan bahwa ada 12 mata kuliah dalam bidang ini yang diberikan Setelah perpustakaan maupun sekolah non perpustakaan
Ada 3 jenis tenaga yang diberikan dalam bidang pelestarian yaitu :
1.      Pustakawan untuk pelestarian, pustakawan perawatan dan sebagainya yang mengepalai bagian pelestarian di Perpustakaan.
2.      Konservator yaitu orang yang langsung bertanggung jawab untuk memperbaiki dokumen. Kualifikasi dari seorang konservator adalah memiliki pendidikan akademis yang berhubungan dengan subjeknya.
3.      Teknisi Bidang Konservasi
Pendidikan untuk teknisi pelestarian ialah Sarjana Muda atau pengalaman yang sejajar dengan itu dalam bidang perpustakaan

KEGIATAN BELAJAR 3
RENCANA PEMBENTUKAN BAGIAN PELESTARIAN UNTUK PERPUSTAKAAN
A.     KEBIJAKAN PELESTARIAN
Penggambaran lain yang membuat bagian ini sangat penting adalah sebagai berikut
1)      Jika ada kerusakan dapat mudah diperbaiki
Faktor faktor yang perlu diperhatikan dalam mendirikan bagian pelestarian ialah sebagai berikut :
a.       Keadaan koleksi perpustakaan
b.      Penggunaan koleksi oleh pemakai
c.       Tuntutan pemakai
2)      Bangunan tempat menyimpan koleksi
Dalam melestarikan koleksi perpustakaan kita harus melihat kepada tiga pertanyaan penting yaitu :
1.      Bahan apa saja yang perlu dilestarikan
Dalam memilih bahan yang akan dilestarikan ada 4 faktor yang harus menjadi pertimbangan yaitu subjek, format, usia bahan, dan penggunaan bahan tersebut. Selain dari keempat faktor tersebut masih banyak yang harus dipertimbangkan sehubungan dengan koleksi dan penggunaanya misal apakah buku-buku lama atau buku-buku baru ?, Apakah sering diadakan penyiangan ?dll……
2.      Lamanya bahan perpustakaan dilestarikan
Ada perpustakaan yang sifatnya cepat usang dan ada pula bahan perpustakaan yang bersifat permanent.
3.      Alat yang digunakan untuk pelestarian.




B.     PERENCANAAN SUATU PROGRAM PELESTARIAN
Ada satu model program pelestarian yang dapat cocok untuk segala jenis perpustakaan, tetapi model yang dibuat oleh Pemela Darting yang ditulis dalam sebuah artikel yang berjudul “A local Preservation Program : where to start mungkin dapat diikuti dengan beberapa perubahan sesuai dengan keadaan setempat.
Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh meliputi 4 hal pokok yaitu :
1.      Pemeliharaan sebagai berikut :
a.       Kontrak lingkungan
b.      Penggerakan dan pengangkutan buku
c.       Membuat fotokopi
d.      Identifikasi bahan yang rusak
2.      Penanganan fisik
a.       Proses penggerakkan
b.      Penjilidan
c.       Perbaikan
d.      Pemberian sampul yang berfungsi sebagai pencegah
e.       Restorasi deacidifikasi
3.      Penggantian
Penggantian dapat dilakukan melalui jalur komersial, microform, cetak ulang, dll. Hal tersebut hanya cocok dilakukan untuk dokumen yang berupa karya popular.
4.      Pelestarian  yang bersifat pencegahan
a.       Pengadaan
b.      Memperhatikan baik-baik bahan yang baru datang.
Langkah-langkah penting selanjutnya ialah sebagai berikut :
1.      Menentukan tanggung jawab
2.      Membuat rencana
Berdasarkan tanggung jawab yang diembanya, maka orang bertanggung jawab tersebut harus mengembangkan rencananya, yang pada pokoknya meliputi hal-hal sebagai berikut ini :
a.       Menentukan tujuan pengawetan
b.      Melihat keadaan koleksi saat ini.
c.       Menandai unsur-unsur program
d.      Menentukan prioritas.
e.       Implementasi.

0 comments:

Poskan Komentar

Langganan Artikel

Change Language

Asynchronous code , is the best solution for speed because the counter code will be loaded into a separate thread by visitors, is based on HTML 4.0 standard, will not slow down your website even if loaded at the top of the page (suggested for this code). If the counter is visible, it will load the counter code inside the div id->"histats_counter" provided with the code.

Special Keywords

Perjalanan Ini Memang Sungguh Melelahkan,Entah Sampai Kapan Perjalanan Ini akan Usai... i hope i'll found my heart
Iklan Gratis - Iklanhouse.com Web Iklan Baris Gratis Online

Random Posts

About Me

Foto Saya

Lahir di Bumiayu , Besar di Bumiayu, dan ingin tinggal di Bumiayu..

Recent Comments

    TV Streaming Indonesia

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code