Minggu, 17 Oktober 2010

Sosiologi

A. PERSPEKTIF STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL
Perspektif ini menjelaskan tentang masyrakat atau mengenai sistem sosial dibandingkan dengan penjelasan individu. Perspektif ini mendapat kritikan dari perspektif konflik..
1. Asumsi Dasar Perspektif Structural Fungsional
Perspektif ini merupakan perspektif awal yang dikembangkan dalam sosiologi. sebagai perspektif awal , pola pemikiranya banyak dipengaruhi oleh ilmu-ilmu alam yang telah berkembang lebih dahulu, yaitu oleh ilmu biologi. Oleh karena itu, perspektif ini menganalogikan masyarakat seperti makhluk hidup atau yang lebih dkenal dengan istilah “Organisme”
Menurut Perspektif ini, layaknya tubuh manusia,masyarakat pun terdiri dari berbagai unsur yang saling berhubungan dan menjalankan fungsinya masing-masing.
Unsur-unsur masyarakat diantaranya sistem sosial, berbagai instituasi, individu, kelompok sosial, dan lain sebagainya. Bila salah satu unsur tidak berjalan maka akan terganggulah aktivitas dalam masyarakat.
Seperti apakah asumsi dasar perspektif yang dijiwai oleh analogi biologi ini? Seorang sosiolog, Ralp Dahrendorf mengemukakan asumsi dasar dari perspektif (Sunarto,2002) . menurutnya ada 4 asumsi dasar dari perspektif ini, yakni:
1. Setiap masyarakat merupakan suatu struktur unsur yang relative gigih dan stabil
2. Mempunyai struktur unsur yang terintegrasi dengan baik
3. Setiap unsure dalam masyarakat mempunyai fungsi, memberikan sumbangan pada terpeliharanya masyarakat sebagai suatu sistem.
4. setiap struktur sosial yang berfungsi didasarkan pada konsensus mengenai nilai di kalangan para anggotanya.
2. Penjelasan Perspektif Struktural Fungsional Mengenai Masyarakat
Perspektif ini melihat masyarakat sebagai susunan bagian-bagian yang saling berhubungan dan bekerjasama dalam memelihara stabilitas dalam masyarakat (Kendall,1998).
Perspektif ini memandang masyarakat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerjasama secara terorganisasi. Jaringan kelompok tersebut bekerja dalam suatu cara yang relatif teratur berdasarkan aturan dan nilai yang dianut oleh sebagian besar masyarakat. Dan untuk mencapai sistem kerja tersebut maka setiap kelompok dalam masyarakat akan melaksanakan tugas tertentu secara kontinu. Tugas tersebut merupakan cerminan dari apa yang disebut sebagai fungsional.


3. Tokoh Perspektif Struktural Fungsional
Tokoh dari Perspektif Structural Fungsional dimulai dari Aguste Comte, Tuner, Herbert Spenser, Emile Durkheim. Mereka merupakan tokoh klasik dari perspektif ini. Tokoh modern dari perpektif ini adalah Talcott Parsons, dan Robert K.Merton.
Herbert Spencer merupakan tokoh yang melakukan perbandingan antara Organisme Individu dengan Organisme Sosial. Menurutnya organisasi manusia berkembang secara evolusioner dari bentuk sederhana ke bentuk sederhana ke bentuk kompleks hal ini sesuai dengan asumsi pertama dan perspektif ini.
Talcott Parsons merupakan tokoh yang mengembangkan konsep analisa fungsional.

2. KEGIATAN BELAJAR 2
PERSPEKTIF KONFLIK
Perspektif konflik muncul sebagai akibat dari ketidak puasan sebagian tokoh sosiologi terhadap perspektif structural fungsional. Menurut perppektif ini, masyarakat tidak selalu berada dalam kestabilan, karena disini dilibatkan banyak kepentingan dari kelompok-kelompok yang berbeda. Menurut perpspektif konflik pemikiran structural fungsional adalah pemikiran kelompok yang mempertahankan status quo.
Ada 3 bagian Perspektif konflik,Yaitu :
A. Asumsi Dasar Perspektif Konflik
Pemikiran prospektif ini merujuk pada adanya perbedaan pada diri individu yang mendukung suatu system social. Menurut perspektif ini, masyarakat terdiri dari individu yang memiliki berbagai kebutuhan interest).menurut Mark, kebutuhan paling mendasar dari setip individu adalah materi. Sedangkan menurut Mark Weber. Selain materi, manusia juga membutuhkan kekuasaan atau power dan prestise atau kehormatan. (Wirotomo,2004). Kebutuhan dasar ini sifatnya langka maka semua individu bersaing untuk mendapatkanya.
Menurut Dahrendorf asumsi utama dari perspektif konflik ada empat unsur (Sunarto,2002), yaitu:
1. Setiap masyarakat tunduk pada proses perubahan
Perubahan masyarakat bagi perspektif konflik merupakan perubahan abadi, hal ini dikarenakan dalam masarakat akan ada berbagai kepentingan yang berbeda dari setiap individu.
2. Disensus dan konfik terdapat di mana-mana
Pada kenyataaan terlihat bahwa dalam setiap masyarakat selalu terjadi konflik atau gejolak untuk melawan dan mempertahankan dominasinya.
3. setiap unsur masyarakat memberikan sumbangan pada disintegrasi dan perubahan masyarakat
integrasi yang dicapai akan terjadi karena adanya dominasi, yaitu kekuasaan yang disahkan oleh masyarakat dan ini memiliki potensi bagi munculnya disintegrasi dalam masyarakat.
4. setiap masyarakat didasarkan pada paksaan beberapa orang anggota terhadap anggota lainya.
Dominasi terbentuk karena kekuatan individu atau kelompok berbeda dalam mendapatkan kebutuhan dasar yang bersifat langka. Kebutuhan dasar tersebut adalah materi atau Privilege Power dan Prestise . maka terjadilah dominasi.

B. Penjelasan Perspektif Konflik Mengenai Masyarakat
Perspektif ini melihat masyarakat sebagai suatu komunitas, yang memiliki cirri atas adanya ketidaksamaan. Kehidupan sosial merupakan perjuangan untuk mendapatkan sumber-sumber yang langka (kendall.1998), Menurut perspektif ini, masyarakat selalu berada dalam ruang konflik yang terjadi secara terus menerus, baik yang terjadi dalam kelompok maupun kelas.
Sulivan (2004) menjelaskan bahwa masyarakat dibentuk oleh persaingan kelompok-kelompok dalam menguasai sumber-sumber yang bersifat langka, Bagi perspektif ini, perubahan sosal merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dan selalu terjadi dalam setiap masyarakat.

C. Tokoh Perspektif Konflik
Tokoh tokoh yang mengembangkan teori konflik diantaranya adalah Karl Marx, Max Weber, dan Ralp Dahrendorf. Mereka merupaka tokoh perspektif konflik klasik. Adapun tokoh perspektif konflik yang modern diantaranya adalah Lewis Coser.
Karl Mark, mengembangkan teori mengenai kelas dan perkembangan masyarakat. Mark menjelaskan bahwa kapitalisme mempertajam konflik antar individu. Individu yang menguasai alat produksi dan mereka yang hanya mempunyai tenaga.
Ralf Dahrendolf, menjelaskan bahwa masyarakat terdiri dari organisasi-organisasi yang didasarkan pada kekuasaan atau wewenang. Keadaan ini dinamakan dengan imperatively coordinated association (asosiasi yang dikoordinasikan secara paksa)
Lewis Coser, melihat konflik sebagai suatu yang mempunyai fungsi positif bagi masyarakat. Menurutnya konflik adalah perjuangan mengenai nilai serta tuntutan atas status, kekuasaan, dan sumber daya yang bersifat langka. Hal ini bertujuan untuk menetralkan, mencederai atau melenyapkan lawan. Sedangkan fungsi positif konflik adalah peningkatan adaptasi hubungan social atau kelompok tertentu.




3. KEGIATAN BELAJAR 3
Perspektif Interaksionalisme Simbolik
Perspektif ini muncul dari ketidaksetujuan atas konsep bahwa individu adalah sesuatu yang dibentuk oleh masyarakat yang tidak statis tapi justru dinamis.
A. Asumsi Dasar Perspektif Interaksionisme Simbolik
Perspektif ini dikembangkan dari konsep interaksi sosial, dimana konsep ini merupakan bagian yang penting dari masyarakat. Menurut Turner. (Sunarto.2002). ada empat asumsi utama yang mendasari perspektif interaksionisme simbolik ini. Keempat asumsi dasar tersebut ialah :
1. Manusia merupakan makhluk yang mampu menciptakan dan mengunakan simbol
2. manusia menggunakan simbol untuk saling berkomunikasi
3. manusia berkomunikasi melalui pengambilan peran (Terjadi melalui Role Taking)
4. Masyarakat tercipta, bertahan, dan berubah berdasarkan kemampuan manusia untuk berfikir, untuk mendefinisikan, untuk melakukan renungan, dan untuk melakukan evaluasi
B. Tokoh Perspektif Interaksionisme Simbolik
Para tokoh yang mengembangkan perspektif interaksionisme simbolik diantaranya adalah George Simmel dan Mark Weber sedangkan tokoh modern dari perspektif ini adalah William James, Charles Horton Cooley, John Dewey,George Hebert Mead, W.I Thomas,Hebert Blumer, Erving Goffman, dan Peter Berger.

0 comments:

Posting Komentar

Langganan Artikel

Change Language

Asynchronous code , is the best solution for speed because the counter code will be loaded into a separate thread by visitors, is based on HTML 4.0 standard, will not slow down your website even if loaded at the top of the page (suggested for this code). If the counter is visible, it will load the counter code inside the div id->"histats_counter" provided with the code.

Special Keywords

Perjalanan Ini Memang Sungguh Melelahkan,Entah Sampai Kapan Perjalanan Ini akan Usai... i hope i'll found my heart
Iklan Gratis - Iklanhouse.com Web Iklan Baris Gratis Online

Random Posts

Recent Comments

    TV Streaming Indonesia

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code